Sejarah Kecamatan Mandah

Sejarah Kecamatan Mandah

*Rumah Kuning Bekas Peninggalan Penjajah Belanda

  1. Sejarah Singkat
Untuk melihat latar belakang sejarah berdirinya Kecamatan Mandah dapat ditinjau dalam 2 periode :
1.        Periode sebelum kemerdekaan RI
a)   Kerajaan Batin Enam Suku
Pada tahun 1260, di daerah Indragiri Hilir bagian utara dikuasai oleh raja-raja kecil bekas kerajaan Bintan, yang karena perpecahan sebagian menyebar ke daerah tersebut. Diantaranya terdapat enam batin (kepala suku) yang terkenal dengan sebutan Batin Enam Suku, yakni :
-      Suku Raja Asal di daerah Gaung
-      Suku Raja Rubiah di daerah Gaung
-      Suku Nek Gewang di daerah Anak Serka
-      Suku Mafaait di daerah Guntung
-      Suku Datuk Kelambai di daerah Mandah
-      Suku Datuk Miskin di daerah Batang Tuaka
b)   Masa Penjajahan Belanda
Dengan adanya Tractaat Van Vrindchaap (perjanjian perdamaian dan persahabatan) tanggal 27 Sept. 1938 antara Kerajaan Indragiri dengan Belanda, maka kesultanan Indragiri menjadi Zelfbestuur. Berdasakan ketentuan tersebut Mandah dijadikan sebagai daerah keamiran (dari 6 daerah keamiran di Indragiri Hilir) yaitu Amir Mandah dan Gaung di Khairiah Mandah
c)    Masa Pendudukan Jepang
Masa pendudukan Jepang daerah keamiran dirubah menjadi Ku Cho, sehingga Amir Mandah pun menjadi Ku Cho Mandah.
2.        Periode Sesudah Kemerdekaan RI
Pada awal kemerdekaan Gu Cho Mandah menjadi Wilayah Mandah/Kateman yang berkedudukan di Khairiah Mandah sebagai bagian kewedanan Indragiri Hilir dalam Kabupaten Indragiri.
Setelah terbetuknya Kabupaten Indragiri Hilir berdasarkan UU No. 6 Th. 1965 tentang Pembentukan daerah Tingkat II Indragiri Hilir maka Wilayah Mandah menjadi Kecamatan Mandah.

(sumber : wikipedia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Pantai Solop Terus Berbenah